Hal ini mungkin sebenarnya lumrah terjadi dan sering ditemui sehari-harinya. Seringkali, tanpa kita sadari, kita beraksi seolah kita lebih baik dari orang lain. Atau malah seringkali, kita menjadi korban ketika orang lain berusaha terlihat lebih baik daripada kita. Upaya untuk terlihat lebih baik ini, menurut saya adalah upaya untuk mempertahankan eksistensi didunia nyata, bagian dari upaya untuk mendapat pengakuan dari orang lain, dan upaya untuk membuat diri lebih percaya diri.
Dulu, saat masih ingusan, saya pernah melakukannya. Berusaha tau banyak hal, bukan omong kosong, tapi karena saya berupaya keras lewat membaca. Orang-orang yang lebih tua dari saya, saat itu, tidak pernah berkomentar apapun. Saya pikir karena hal itu adalah benar, adalah benar bahwa saya lebih tau dalam beberapa hal.
Sekarang, saya sudah jauh lebih dewasa daripada anak ingusan masa lalu itu. Akhirnya, saya mengerti kenapa mereka diam saja. Mungkin, mereka pernah seperti saya, mengalami masa yang sama yaitu kebutuhan pengakuan. Seperti hari ini dan beberapa kejadian terakhir. Seorang teman saya yang masih ingusan, melakukan hal yang sama. Dan saya kebetulan korbannya. Yang pertama adalah saat kita berbicara mengenai Snape, si hidung bengkok, dan kebetulan saya menyadari kalau hidung si teman rupanya bengkok. Wow, reaksinya luar biasa. Kalimat defensifnya adalah "Iya sih hidungku bengkok, tapi hidungmu pesek". Huahahaha. Pengen ketawa. Saya serasa seperti melihat diri saya yang dulu. Lalu terakhir adalah tentang aura seram alias aura judes. Disini saya juga diserang, padahal saya sama sekali tidak mengomentari si teman itu.
Hmm...saya simpulkan, si teman saya masih butuh pengakuan. Dia masih ingusan. Mungkin besok, jika ia lebih tua dan dewasa, dia mungkin akan menertawakan sikap dan dirinya. Seperti saya, yang pernah menertawakan diri saya saat masih ingusan dulu.
0 comments:
Post a Comment