Saturday, September 24, 2011

Resolusi Hati


Sekarang saya sadari, bahwa semua cerita zaman kanak-kanak dulu adalah pencuci otak yang terbaik yang ada di sepanjang hidup saya. Mulai dari Cinderella, Putri Aurora, sampai cerita Ken dan Barbie, semuanya sukses membuat saya menjadi manusia yang super percaya kalo cinta itu cuma datang satu kali dan akan berakhir bahagia.

Begitu pun, saat saya sadar, kalau saya jatuh cinta padamu. Saya pikir, we're meant to be together. You and I. Kita tercipta untuk satu sama lain. Saya adalah pelengkap bagimu. Dan tanpa saya, kamu tiada.

Saya masih ingat, betapa butanya saya waktu itu. Dengan keras kepala, saya menolak semua nasihat dan saran dari keluarga untuk melupakanmu. Bahkan ketika kamu mulai menunjukkan bakat-bakat lelakimu. Seorang hidung belang biasa. Saya tetap percaya, kamu mencintai saya. Dan kisah Don Juan mu akan segera berakhir.

Lalu sekarang, bertahun-tahun setelahnya. Mata saya perlahan-lahan terbuka. Kamu tidak seindah yang saya kira. Sungguh, sulit bagi saya untuk mengakui, bahwa kisah kanak-kanak itu tidak selalu benar adanya. Hidup bertahun-tahun dengan pemikiran bahwa cinta cuma satu kali datangnya, membuat saya sulit mengakui bahwa saya tidak diciptakan untukmu. Dan saya yakin, kamu tidak pernah diciptakan untuk saya.

Wahai kamu, ketahuilah. Saya memang masih sulit melepaskanmu. Tapi saya sedang belajar melakukannya. Setiap untaian yang membuat saya terikat kepadamu, sudah mulai saya lepaskan. Tinggal satu hal yang saya butuhkan: keberanian. Saya sedang membangunnya perlahan-lahan. Saat keberanian saya sudah terbentuk, mungkin saat itu kamu sudah menemukan yang lain. Tapi saya tidak perduli. Bagi saya, yang terpenting adalah benar-benar lepas darimu, baik hati, jiwa, dan pikiran saya.

Jika saatnya tiba, dan kamu masih belum menemukan yang lain dengan bakat Don Juanmu, maka jangan pernah salahkan saya. Saat itu, saya pasti meninggalkanmu. Tak perduli konsekuensinya adalah menyakitimu. Saya tak akan pernah menoleh ke belakang untuk mengingat bahwa saya pernah cinta kepadamu.

Namun hari ini, saya berharap, kamu belum menyadari apa yang sedang saya lakukan, apa yang sedang saya bangun pada diri saya. Karena hari ini, keberanian itu belum sempurna. Saya takut, jika kamu mengkonfrontasi resolusi saya saat ini, maka saya akan hancur. Saya hanya berharap, kamu tak akan pernah menyadari apa yang sedang hati saya lakukan.

Salam jauh, untuk kamu.


1 comments:

Romance Dawn said...

sabar ya, Tate Vio..
mudah2an luka dan kenangan akan segera luntur seiring dengan berlalunya waktu..