Kamis, Juni 27, 2019

Restart...

Lama tak menulis, membuat aku lupa cara menulis...
Semoga entry baru kali ini menjadi jalan bagiku untuk mencari jati diri blog ini...

Rabu, Mei 20, 2015

Lama Tak Menulis

Aih lama tak menulis. Terakhir kali menulis di bulan November lalu. Sebulan sebelum lahiran.

Lahiran??? Ya Tepat Sekali.

Sudah goodbye deh kalo ngeliat kain-kain kebaya. Sekarang lebih mentingin peralatan baby. Maklumlah, anak pertama, semua-mua dibeli.

Omong-omong, karena belanjanya kemarukan, aku punya beberapa item baby yang beli banyak-banyak. Karena itu, bagi yang berminat, ini aku sekalian kasih harganya ya. Nanti BBM aja.

Item itu diantaranya:
  1. Cloth Diaper Babyland >> 65k saja. Normal 85k. Ini diaper kain, bisa dicuci. Berisi cover dan 2 insert mikrofiber. 
  2. Yumyum dari Glasslock >> 120k saja. Normal 165k. Ini perlengkapan Mpasi, mirip baby cubes tapi bahannya kaca, jadinya bisa dipanaskan dalam Microwave. Isi 3 kotak.
  3. Bamboo Fibre Dinner Set dari Studio Set >> 250k saja. Normal 320k. Ini set perlengkapan makan yang terbuat dari serat bambu, terdiri dari 1 piring, 1 mangkok, 1 gelas, dan sepasang sendok dan garpu.
  4. Kantong asi coloria isi 60 pcs >> 80 k saja, normal 85k.
  5. Kantong asi baby grow isi 40 pcs >> 50k saja. Normal 55k

Kalo mau BBM aja di 53A1BC8E

Rabu, November 05, 2014

Fashion, Sharing Tempat Menjahit Pakaian di Palembang

Kali ini aku mau share tempat menjahit pakaian yang sering dan pernah aku kunjungi di Palembang. Berhubung ke tailor di Palembang mahal-mahal, aku lebih suka mendatangi tempat jahit rumahan atau tempat jahit di kawasan Megah Ria yang ada di Palembang. Biasanya tempat yang aku datangi ini meskipun rumahan, tapi cukup berpengalaman untuk menjahit pakaian-pakaian standar dan kebaya ataupun gamis. 

Memang mungkin beda ya kalau datang ke tailor yang sudah terkenal dan sudah punya banyak pengalaman, tapi untuk aku pribadi, kalau cuma menjahit pakaian sehari-hari atau baju kondangan yang ga heboh sih aku lebih suka ke penjahit rumahan.

1. Megah Ria
Ada banyak penjahit di Megah Ria, nah aku lupa dimana tempat pastinya dan namanya apa (sungguh tak membantu). Tapi penjahit yang pernah aku kunjungi ini ada di lantai paling bawah dan letaknya agak di pojokan dekat tangga. Mungkin kalau di blog ini aku pernah beberapa kali menceritakan tempat jahit ini, salah satunya saat membuat longtorso. Jahitannya rapi ya, tapi aku sudah pernah curcol waktu jahit longtorso disini monggo langsung dijelajahin saja di blog ku. Berhubung aku cuma bikin longtorso aja dan kurang sreg, ya aku kasih nilai 6 dari 10.

2. Penjahit Bukit Siguntang
Nah nama penjahit ini Kak Yan, letaknya di dekat Bukit Siguntang, kalau dari arah Lurah Bukit Lama, letaknya sebelum masuk ke perumahan Bank Sumsel, dekat pertigaan, ga ada ancer-ancernya soalnya tempatnya agak masuk sedikit, tanya tetangga kanan kiri aja ya. Disini aku jahit longtorso, rasanya mantap banget, aku pernah cerita waktu aku bikin longtorso untuk akad nikahku. Nah sayangnya waktu aku bikin blazer, rasanya agak kurang pas di badan walau sudah dipermak dan penyelesaiannya lama (sampai ada satu kain yang mau dibuat blazer, ku ambil lagi, karena sudah beberapa bulan dianggurin disana). Tapi balik lagi deh, longtorsonya TOP walaupun harus dipermak 1x. Untuk jahitannya dan lama penyelesaiannya, aku kasih nilai 7 dari 10. Oh iya, penjahitnya harus diingatkan 2 minggu dan seminggu sebelum tanggal pengambilan (kalau perlu mulai seminggu sebelum pengambilan, tiap hari di SMS aja).

3. Penjahit Jalan Ogan
Untuk penjahit ini aku belum pernah review ya sebelumnya (sekalian aku review aja sedikit), disini aku bikin kebaya akad dan kebaya lamaranku. Nama penjahitnya ini Yuk As (Mama Puput). Alamatnya sendiri di dekat UNSRI Palembang. Dari SMAN 1 Palembang masuk aja ke Jalan Ogan. Ancer-ancernya didepan SMAN Srijaya Negara Palembang. Jadi aku  kebetulan waktu itu bikin kebaya akad model train yang panjang, karena banyak kembang-kembang yang musti dipasang-pasang, penyelesaiannya agak lama biar rapi dan biayanya lebih mahal dari segi bahan kebaya yang sampai 5 meter sendiri dan biaya upahnya karena jahitnya train alias ngesot. Btw ini penampakan baju akadnya, ga semahal di tailor upahnya, tapi lumayanlah untuk kenang-kenangan sekalian bisa diwariskan ke anak cucu. :-D

Ini Tampak Belakang Baju Akadnya
Cuma sih denger-denger penjahitnya dah ga mau lagi ngerjain kebaya train karena menyita waktu dan karena sulit mau mematok harga lebih tinggi (ga enak katanya), jadinya dia lebih memilih menolak menjahit kebaya train. Kalau memang kamu pengen jahit kebaya train, rayu aja dan pastikan kamunya mau bayar 2x lebih mahal daripada kebaya selutut (aku begitu soalnya). Atau kalau ga, yah mau ga mau jahit di tailor terkenal aja.

Oh iya, aku juga pernah bikin baju prewed disini (sekarang bajunya sering aku pake kondangan), ini penampakannya.

Baju berbahan songket-songketan

Oh iya, nilai untuk jahitannya aku kasih 8,5 dari 10. Jahitannya rapi cuma mesti dari jauh-jauh hari datang kesini sekitar 1 s.d 2 bulan untuk menjahit kebaya, karena antrian untuk menjahit disini lumayan banyak. Dan jangan lupa sebelum diambil, di telepon dulu seminggu atau dua minggu sebelum pengambilan (kalo perlu 3 hari sebelum pengambilan ditelepon lagi).

Nah overall sih, memang beda ya kalau jahit pakaian di tailor, semua bisa dijahit. Kalo sama penjahit rumahan mereka punya spesialisasi sendiri. Ada yang bagus di longtorso, ada yang bagus di kebaya, ada yang bagus di blazer. Memang lebih repot kalau mau jahit misalnya kebaya pake longtorso, yang longtorsonya jahit dimana yang kebayanya jahit dimana. Tapi biarpun rempong, irit loh untung kantong. :-D

Oh iya satu lagi, penjahit rumahan ga akan terlalu banyak ngasih masukan, beda sama desainer. Jadi kalau kamu mau jahit pakaian ke penjahit rumahan, ada baiknya kamu bawa foto atau potongan majalah berisi gambar pakaian yang kamu mau. Terus kamu sampaikan keinginanmu sedetail mungkin, misalnya mau kancing baju macam apa, mau pakaian kayak apa. Dan satu lagi, kamu tanya kira-kira ada yang kurang ga dari bahan yang kamu bawa. Misalnya apa perlu sekalian kamu siapkan tile polos atau misalnya kamu mau kebaya yang penuh bunga, kamu tanya ke penjahitnya, kira-kira cukup ga kain yang kamu bawa. Ya ga masuk akal aja kalau kamu bawa kain 2 meter, tapi minta kebaya yang panjang sampai kaki dan penuh bunga, mau disulap dari mana itu bunga-bunga buat ditempel di kebaya.

Okay, itu sekedar cerita dari aku ya. Selamat berpetualang menjahit ke penjahit rumahan. :-D