Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan

Senin, Februari 01, 2021

Tempat Beli Songket Palembang

Banyak sekali pertanyaan yang ditujukan ke aku mengenai tempat beli bahan-bahan dan songket pernikahan palembang. Sayangnya, setelah menikah, lalu kuliah lagi, hamil, dan punya anak, aku tidak sempat membalas satu per satu pertanyaan tersebut.


Nah sebelumnya, aku sudah cerita dimana tempat  beli kain pernikahan di Palembang. Untuk saat ini, aku akan bercerita tentang dimana songket pernikahanku di beli. Mungkin saat ini orang sudah banyak yang belanja online, tapi dulu zaman aku menikah, tidak banyak orang yang menjual songket Palembang yang bagus secara online. Kebetulan, suamiku berasal dari kampung pengrajin songket. Jadi kami dulu tidak pusing mencari songketnya dimana. Cukup siapkan saja uang, lalu dapatlah songket2 indah asli Palembang. 


Sebelum ke pengrajin songket tersebut, aku dan suami (masih pacar saat itu) melakukan survei ke beberapa toko songket terkenal di Palembang. Harga songket termurah saat itu (tahun 2013) adalah 1,5 juta rupiah. Songketnya 2 warna yaitu merah dan emas, tidak ada yang aneh2. Tapi sayang, karena paling murah, bahannya terasa berat. Songket yang bahannya agak enak dipakai waktu itu seharga 3 juta rupiah. Bukan songket yang paling mahal, tapi bahannya cukup lembut. Setelah survei harga songket, kami datang ke pengrajin songket.  Dengan uang 2 juta saat itu, aku mendapatkan songket yang enak dipakai, bahannya rapi, tidak terlihat murahan, dan kalau di toko songket terkenal harganya bisa mencapai 2sx lipatnya.


Nah ini contoh2 songket yang ada di pengrajin songket. Kalau ada yang mau pesan monggo. Harganya nanti akan diinfokan. Yang berminat silahkan komen aja di blog ini.



Terima kasih





 

Rabu, November 05, 2014

Fashion, Sharing Tempat Menjahit Pakaian di Palembang

Kali ini aku mau share tempat menjahit pakaian yang sering dan pernah aku kunjungi di Palembang. Berhubung ke tailor di Palembang mahal-mahal, aku lebih suka mendatangi tempat jahit rumahan atau tempat jahit di kawasan Megah Ria yang ada di Palembang. Biasanya tempat yang aku datangi ini meskipun rumahan, tapi cukup berpengalaman untuk menjahit pakaian-pakaian standar dan kebaya ataupun gamis. 

Memang mungkin beda ya kalau datang ke tailor yang sudah terkenal dan sudah punya banyak pengalaman, tapi untuk aku pribadi, kalau cuma menjahit pakaian sehari-hari atau baju kondangan yang ga heboh sih aku lebih suka ke penjahit rumahan.

1. Megah Ria
Ada banyak penjahit di Megah Ria, nah aku lupa dimana tempat pastinya dan namanya apa (sungguh tak membantu). Tapi penjahit yang pernah aku kunjungi ini ada di lantai paling bawah dan letaknya agak di pojokan dekat tangga. Mungkin kalau di blog ini aku pernah beberapa kali menceritakan tempat jahit ini, salah satunya saat membuat longtorso. Jahitannya rapi ya, tapi aku sudah pernah curcol waktu jahit longtorso disini monggo langsung dijelajahin saja di blog ku. Berhubung aku cuma bikin longtorso aja dan kurang sreg, ya aku kasih nilai 6 dari 10.

2. Penjahit Bukit Siguntang
Nah nama penjahit ini Kak Yan, letaknya di dekat Bukit Siguntang, kalau dari arah Lurah Bukit Lama, letaknya sebelum masuk ke perumahan Bank Sumsel, dekat pertigaan, ga ada ancer-ancernya soalnya tempatnya agak masuk sedikit, tanya tetangga kanan kiri aja ya. Disini aku jahit longtorso, rasanya mantap banget, aku pernah cerita waktu aku bikin longtorso untuk akad nikahku. Nah sayangnya waktu aku bikin blazer, rasanya agak kurang pas di badan walau sudah dipermak dan penyelesaiannya lama (sampai ada satu kain yang mau dibuat blazer, ku ambil lagi, karena sudah beberapa bulan dianggurin disana). Tapi balik lagi deh, longtorsonya TOP walaupun harus dipermak 1x. Untuk jahitannya dan lama penyelesaiannya, aku kasih nilai 7 dari 10. Oh iya, penjahitnya harus diingatkan 2 minggu dan seminggu sebelum tanggal pengambilan (kalau perlu mulai seminggu sebelum pengambilan, tiap hari di SMS aja).

3. Penjahit Jalan Ogan
Untuk penjahit ini aku belum pernah review ya sebelumnya (sekalian aku review aja sedikit), disini aku bikin kebaya akad dan kebaya lamaranku. Nama penjahitnya ini Yuk As (Mama Puput). Alamatnya sendiri di dekat UNSRI Palembang. Dari SMAN 1 Palembang masuk aja ke Jalan Ogan. Ancer-ancernya didepan SMAN Srijaya Negara Palembang. Jadi aku  kebetulan waktu itu bikin kebaya akad model train yang panjang, karena banyak kembang-kembang yang musti dipasang-pasang, penyelesaiannya agak lama biar rapi dan biayanya lebih mahal dari segi bahan kebaya yang sampai 5 meter sendiri dan biaya upahnya karena jahitnya train alias ngesot. Btw ini penampakan baju akadnya, ga semahal di tailor upahnya, tapi lumayanlah untuk kenang-kenangan sekalian bisa diwariskan ke anak cucu. :-D

Ini Tampak Belakang Baju Akadnya
Cuma sih denger-denger penjahitnya dah ga mau lagi ngerjain kebaya train karena menyita waktu dan karena sulit mau mematok harga lebih tinggi (ga enak katanya), jadinya dia lebih memilih menolak menjahit kebaya train. Kalau memang kamu pengen jahit kebaya train, rayu aja dan pastikan kamunya mau bayar 2x lebih mahal daripada kebaya selutut (aku begitu soalnya). Atau kalau ga, yah mau ga mau jahit di tailor terkenal aja.

Oh iya, aku juga pernah bikin baju prewed disini (sekarang bajunya sering aku pake kondangan), ini penampakannya.

Baju berbahan songket-songketan

Oh iya, nilai untuk jahitannya aku kasih 8,5 dari 10. Jahitannya rapi cuma mesti dari jauh-jauh hari datang kesini sekitar 1 s.d 2 bulan untuk menjahit kebaya, karena antrian untuk menjahit disini lumayan banyak. Dan jangan lupa sebelum diambil, di telepon dulu seminggu atau dua minggu sebelum pengambilan (kalo perlu 3 hari sebelum pengambilan ditelepon lagi).

Nah overall sih, memang beda ya kalau jahit pakaian di tailor, semua bisa dijahit. Kalo sama penjahit rumahan mereka punya spesialisasi sendiri. Ada yang bagus di longtorso, ada yang bagus di kebaya, ada yang bagus di blazer. Memang lebih repot kalau mau jahit misalnya kebaya pake longtorso, yang longtorsonya jahit dimana yang kebayanya jahit dimana. Tapi biarpun rempong, irit loh untung kantong. :-D

Oh iya satu lagi, penjahit rumahan ga akan terlalu banyak ngasih masukan, beda sama desainer. Jadi kalau kamu mau jahit pakaian ke penjahit rumahan, ada baiknya kamu bawa foto atau potongan majalah berisi gambar pakaian yang kamu mau. Terus kamu sampaikan keinginanmu sedetail mungkin, misalnya mau kancing baju macam apa, mau pakaian kayak apa. Dan satu lagi, kamu tanya kira-kira ada yang kurang ga dari bahan yang kamu bawa. Misalnya apa perlu sekalian kamu siapkan tile polos atau misalnya kamu mau kebaya yang penuh bunga, kamu tanya ke penjahitnya, kira-kira cukup ga kain yang kamu bawa. Ya ga masuk akal aja kalau kamu bawa kain 2 meter, tapi minta kebaya yang panjang sampai kaki dan penuh bunga, mau disulap dari mana itu bunga-bunga buat ditempel di kebaya.

Okay, itu sekedar cerita dari aku ya. Selamat berpetualang menjahit ke penjahit rumahan. :-D


Senin, Oktober 13, 2014

Sharing : Pertanyaan Favorit Tentang Kain Kebaya


Akhir-akhir ini, banyak yang bingung dan ujung-ujungnya nanya ke aku, tentang kain kebaya. Well harus aku akui, aku bukan orang yang tepat untuk ditanyai tentang kebaya. Aku bukan penjahit, aku bukan designer, aku cuma orang yang hobby banget belanja kain khususnya kain kebaya baik brokat atau pun tile.

Tapi demi menjawab pertanyaan beberapa orang teman, aku akan berusaha memberi penjelasan tentang kebiasaan aku saat beli kain kebaya:

  • Berapa Meter Kain Kebaya Yang Perlu Dibeli
Nah kalau untuk yang satu ini kamu sebaiknya nanya sama penjahit kamu atau sama tukan jual kain deh. Kira-kira kamu mau model kebaya seperti apa dan berapa ukuran tubuh kamu. Jelas bedalah ukurannya antara model kebaya yang banyak lipet-lipet sama model kebaya yang polos saja.

Kalau untuk ukuran aku, dengan tinggi badan 168 cm dan berat 62 - 64 kg ( normal saat ga hamil, jadi malu saya), dengan bahu bidang karena hobby renang dan bentuk tubuh buah pear, serta ukuran tubuh lebih pendek (ini badanku kaki semua soalnya), maka otomatis kain yang apapun yang aku beli harus lebih banyak dialokasikan untuk bagian kaki alias kain bawah. Sedangkan untuk bagian atas otomatis kain kebayanya ga terlalu banyak alokasi kainnya dengan catatan ga perlu ditempelin kembang (potongan tile atau brokat) full body. Untuk kebaya standar dengan tangan panjangan dan panjang dibawah pinggul, maka kain dengan lebar kira-kira 120 cm, paling aman aku beli kain kebaya panjangnya 2,5 meter dan itu pun, aku sudah bisa dapat kebaya yang ditempelin kembang potongan tile atau brokat agak rapat sepanjang kebaya. 

Nah: tips dari aku, kalau kamu kebetulan ingin kebayanya full kembang, carilah bahan, yang kembang-kembangnya banyak dan tidak sulit untuk dipotong alias kalau dipotong ga buyar, jangan cuma asal warna aja.  Lalu, pilihlah kaki kain yang rapi dan sama antara atas dan bawahnya. berguna banget untuk aplikasi pada pinggiran kebaya.

  • Bahan Seperti Apa Yang Sebaiknya Dibeli
Nah, sekarang pertanyaannya gini, kamu mau bahan bagus, bahan cantik? Jawabannya simple, ada uang ada barang. Mau yang cantik dan bagus, beli aja brokat perancis. Beres toh? Tapi masalahnya, ga semua orang mau menghambur-hamburkan uang hanya untuk bikin satu baju.

Kalau aku pribadi, tergantung keinginan, lagi kepengen bikin kebaya berpayet, maka aku beli tile kebaya yang payetnya ga terlalu penuh, seadanya aja alias tabur-tabur doang. Pengen punya kebaya yang bahannya lembut, tinggal cari tile korea atau brokat semi perancis. Kalau tile korea ukurannya bisa bermeter-meter, tapi kalau brokat semi perancis biasanya dijual per panel alias sudah per potong. 

Ada yang parah lagi, kami sekeluarga pernah kepingin punya kebaya seragam. Tapi taulah, kalau seragaman dan yang beliin cuma satu orang kan kasian ya sama yang beliin, berhubung memikirkan budget terbatas, maka kami cuma beli brokat jepang biasa bermeter-meter yang bahannya lembut dan kembangnya cantik. Nah untuk aplikasi tambahan, kami cari kain kebaya opi warnanya mirip dengan si brokat jepang, ga terlalu banyak cuma 2-3 meter untuk 25 orang (kebaya opi itu kain kebaya yang isinya kembang full body yang bahannya jadi agak kaku akibat kembangnya terlalu penuh), lalu kami potong-potong kembang di kain kebaya opi itu, dan diaplikasikan ke kebaya brokat jepang yang sudah dijahit. Cantik juga loh hasilnya.

Intinya ingat saja kekurangan dan kelebihan tiap jenis kain kebaya. Untuk brokat perancis kelebihannya bisa 'nempel' dengan pas ke badan, motifnya kecil dan cantik, tetapi kalau terlalu banyak payet kasian kainnya, kan kembangnya dah cantik, lalu brokat perancis pun agak lemes alias kurang kuat kalau payetnya full. Paling mentok, payetnya cuma ditabur saja. Untuk brokat semi perancis dan tile kebaya yang agak kasar atau tidak terlalu halus, mau dipayet rada banyakan juga hayuk aja.

  • Sebaiknya Beli Bahan Dulu atau Pilih Model Kebaya Dulu
Sebelum beli kebaya, aku biasanya sudah punya bayangan dulu mau model seperti apa dan warna apa. Mau model kebaya yang terjuntai sampai kebawah atau kebaya yang memeluk badan, nanti soal bahan bisa mengikuti. Soalnya kadang kalau beli bahan duluan, ga pas dengan model kebaya yang diinginkan. Nah, kalau kebetulan ada kain kebaya yang sesuai dengan model yang diinginkan, misalnya model kebaya melengkung dan kebeneran ketemu kain kebaya yang mendukung untuk dibuat lengkung, tapi warnanya ga terlalu pas dengan bayangan aku, biasanya aku cari yang warnanya paling mirip dengan keinginan aku (itu yang pertama), lalu yang kedua, biasanya aku pilih aplikasi supaya kebayaku nanti sesuai dengan model yang aku mau. Bisa dengan mencari kain tile satu lagi yang kembangnya bagus supaya bisa diambil dan diaplikasikan ke kebaya atau bisa juga dengan tambahan aplikasi payet.
 
  • Mengapa Untuk Model Kebaya Yang Sama, Kadang Ongkos Jahitnya Berbeda
Nah untuk yang satu ini, aku cuma bisa kira-kira ya. Mungkin nih walaupun tempat jahitnya sama dan model kebayanya sama persis, yang bikin beda harga jahitnya, mungkin loh ya, adalah jenis kainnya. Jenis kain yang rumit dan sulit tentunya dihargai lebih mahal daripada jenis kain yang ga terlalu rumit. Contoh jenis kain rumit itu adalah kain kebaya yang full payet. Bayangkan saja si penjahitnya harus pelan-pelan melepas payetnya yang kebeneran ngepas di tempat yang akan dipotong atau yang akan ketemu jarum jahit. Apa ga rempong tuh penjahitnya? 

Kalau aku, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku paling kenceng pilih kain kebaya yang payetnya ditabur-tabur saja. Selain harganya lebih murah daripada yang full payet, ongkos jahitnya pun lebih murah ciiin.

Nah, kayaknya penjelasan dari aku cukup sampai disini dulu ya. Ini jawabannya ngalor ngidu entah bener atau ga dimata penjahit ataupun designer. Kalau kamu butuh penjelasan professional, tanyakan ke ahlinya langsung. Datangi tempat jahit atau designer langgananmu ya. Oke!!!

Rabu, Oktober 01, 2014

Balada Songket Satin

Hari ini seperti biasa, tatkatla mampir di sebuah toko kain, mataku jelalatan mencari-cari kain kebaya cantik. Niatnya cuma ingin melihat-lihat saja. Sayangnya ga ada motif baru yang menggugah selera, sampai ga sengaja aku melirik setumpuk kain songket warna-warni cerah yang menarik hati.

Menurut penjual kain songket ini, kainnya sudah tinggal pakai karena sudah dijahit dengan pelapis (kain hero). Harganya pun murah (karena beli banyakan) ga sampe 200 ribu/songket (harga pasarannya berkisar 250 ribu/potong) dan tinggal pakai saja. Menurutku pribadi, kain ini pas banget buat dipakai panitia pernikahan. Kamu tinggal beli kain songket jadi ini sebagai bawahan, dan untuk atasannya tinggal kasih kain kebaya. Selain itu, menurutku songket ini cocok buat yang mau wisuda atau yang mau dipake kondangan.

Bahan songket ini halus, jatuh, dan lembut. Warnanya ada sekitar 7 macam dan semuanya cerah-cerah. Sungguh menarik hati. Tadi kebetulan aku ambil agak banyak (ini beneran khilaf deh, ga bisa liat yang cantik-cantik) karena tergiur dengan tawaran harga murah. Bagi yang berminat, silahkan beli sama aku ya, ada beberapa potong songket satin siap pakai (isinya kain songket dan selendang). Yang mau harap tulis di box chat aja ya atau komen langsung di blog ini. Eh iya, aku kasih harga 170 ribu/potong belum ongkir (yang beli 3 aku kasih diskon deh) :-)


  
Ini kebetulan ada foto pemakaian si songket dengan kebaya


Itu gambar kain pelapis songket, sama tali pengikatnya. Tinggal masuk aja, terus ikat


Songket satin yang ditengah, dibandingkan dengan songket palembang asli yang warna merah dan songket kain palembang yang warna ungu tua


Ini beragam warna songket satin

Nah, cantik-cantik kan. Apa ga khilaf tuh aku dibuatnya. Udah mikir aja gitu, mau dipake kondangan kemana-mana. Hihihihi

Sabtu, September 20, 2014

Sharing, Ke Samsat

Seminggu yang lalu, aku ke samsat palembang. Tujuanya adalah untuk bayar pajak 5 tahunan plus balik nama mobil. Aku sengaja ngurus sendiri ga pake calo karena ingin tau ribet atau tidaknya ngurus berkas-berkas di samsat.

Sabtu pagi-pagi sekali, pegawai samsat masih apel, aku sudah datang. Disuruh nunggu dulu karena tempat cek fisiknya masih dipake apel. Hihihi....

Berikut step-step yang dilakukan olehku untuk mengurus pajak 5 tahunan sekalian balik nama kendaraanku:
  • Cek fisik
 Langsung antri ditempat cek fisik mobil dan tunggulah petugas mengecek tiap inci mesin2 mobi, warna, plat, dll. Setelah cek, aku dapet bukti cek fisik dari pak petugas.

  • Daftar ke loket pendaftaran
syarat-syarat
 
Masuk ke loket, siapkan :
1. Map
2. STNK asli & fotocopy
3. BPKB asli & fotocopy
4. KTP pemilik baru (dalam hal ini KTP aku) & fotocopy
5. Kuitansi pembelian yang bermaterai
 
Note: Jangan khawatir kalau kamu ga bawa persiapan fotocopy. Di samsat sini ada tempat fotocopy yang sekalian jual map dan kuitansi bermaterai (ini kalau kamu kebeneran ga punya kuitansi asli, mungkin karena beli sama saudara sendiri atau mungkin kuitansi kamu sudah hilang). 
Oh iya, jangan lupa ya, karena STNK dan KTP nantinya ditahan sebelum terbit STNK baru, kamu harus punya fotocopy STNK dan KTP kamu. Takutnya nanti kamu perlu.
 
Saran saya, bawalah pena dan staples sendiri. Biar ga repot.

Btw, untuk kuitansinya, ini ada contoh pengisian yang harus dipenuhi:

Setelah berkas dicek sama mba-mba - yang meskipun masih pagi udah judes aja- kamu akan diarahkan ke counter 4.
  • Menuju counter 4
Di counter 4, semua berkas tadi diserahkan. Dicek sama bapak-bapak polisi, lalu kamu akan dikasih formulir berwarna 2 lembar (ga tau namanya apa, pokoknya diisi dengan identitasmu dan identitas kendaraanmu) sama formulir warna putih ( kalo ga salah namanya STS atau apa gitu). 
 
contoh form yang sudah diisi, ada di meja-meja pengisian. tinggal contek aja

  • Menuju ruang pengurusan BPKB
Serahin semua berkas dan formulir yang telah diisi, nanti kita disuruh bayar ke bank BRI yang ada diluar ruangan pengurusan. Biayanya cuma 100 ribu. Tunggu sekitar 20 menit. BPKB asli selesai. 
 
Fotocopylah BPKB baru, copy untuk digabung dengan berkas-berkas lain.

  • Penyerahan berkas ke counter 4 lagi
Serahkan semua berkas, termasuk copy BPKB baru, ingat BPKB asli yang baru jangan diserahkan, itu buat kita pegang. Jadi yang diserahkan disini adalah berkas yang awal tadi udah aku sebutkan ditambah formulir ditambah fotocopy BPKB baru. Nah nanti dapat kertas keterangan kecil yang berisi tanggal pengambilan notice alias kutipan perhitungan biaya dari bank. Kebetulan aku disuruh datang 3 hari kerja berikutnya.

  • Pembayaran
3 hari kerja berikutnya, aku datang ke counter 4 mengambil notice. Biaya disitu tertera 1.018.000, bayar ke bank. Nanti akan ditera LUNAS oleh bank. Lalu aku diberitahu untuk melakukan pengambilan STNK pada hari berikutnya. OMG banget ga sih, kan kurang efektif ya. Coba disuruh tunggu 30 menit, kan bisa kelar sehari tuh.

  • Pengambilan STNK
Besoknya aku ngambil STNK, tapi sayang banget, platnya kosong, jadi dapat catatan lagi untuk ditunjukin ke pak polisi kalau dijalan tiba-tiba diberhentikan. Btw, catatannya untuk 6 bulan ke depan baru bisa mengecek ketersediaan plat. *horror ga tuh*
 

Overall: pelayanannya cepet, ga perlu kasih tips, tapi sedikit kurang efisien sih dalam manajemen waktu. Semoga kedepannya jadi lebih baik aja deh.

Selasa, September 09, 2014

LAGI LAGI KEBAYA

Seperti biasa, aku ingin melaporkan kain kebaya yang baru-baru ini kubeli. Ada tiga warna dengan dua jenis kain. 

Yang pertama tile warna hijau, rame warnanya, dan ga soft sama sekali. Ini aku beli di daerah tengkuruk, dengan harga yang murah. Ga sampe 100 rb/meter dengan kembang yang tumpah ruah sepanjang tile. Kaki kainnya double alias ada 2 lapisan kembang yang sama persis di satu bagian dan bagian atasnya cuma 1 lapisan kembang. Jadi kalau mau bikin kebaya berekor panjang, tinggal tambah tile polos saja, dan kembangnya tinggal dipotong lalu ditempel. Don't ask detailnya yah. Karena yang tau banget itu tukang jahitnya. Alasan beli, karena kembangnya rapi dan warnanya rame. Nih pictnya:

Ini bagian kaki kain, itu bisa dilihat ada 2 lapisan kembang. 

Yang kedua dan ketiga, bahannya brokat semi perancis. Aku beli per panel di langganan aku dengan diskon kalau di total 50 rb/panel. Warnanya yang satu pink dan yang satunya lagi coklat wine. Alasan beli, karena kainnya halus dan motifnya manis.

Ini yang pink

Ini yang coklat

Sayangnya karena kamera yang dipake adalah kamera hp. Jadi ga ada satu gambar pun yang persis tampilan aslinya. Warnanya jadi agak berubah semua. Tapi overall inilah ketiga kain tadi kalo difoto malam hari dengan kamera hp seadanya.




Btw, aku jadi kepikiran. Karena terlalu hobi beli kain kebaya, lama-lama kan aku bisa bangkrut. Padahal kan kadang-kadang aku beli kain kebaya cuma karena nafsu aja ngeliat kain-kain cantik itu. Dan ujung-ujungnya juga cuma ditumpuk di rumah. Apa hobiku ini aku jadikan bisnis aja ya? Jadi pas liat kain cantik, aku cepet-cepet selamatkan, terus dijual lagi. Kira-kira mau ga ya orang beli?

Rabu, Maret 05, 2014

Fashion, Sharing Beli Kain Lagi di Palembang

Seminggu ini ladies, aku dilanda hobby beli bahan untuk baju kerja. Imagine!! Bukan karena aku suka kerja loh ya. Tapi karena aku suka bagian belanjanya. Ini foto kain-kain untuk baju kerja yang kuperoleh seminggu ini.

Foto kain pake kamera HP, unfortunately


Nah di Palembang ini, ada banyak tempat untuk mendapatkan bahan baju kerja, tapi kali ini, aku hanya akan cerita tempat yang familiar - yang seminggu ini aku kunjungi. ^_^ Kita mulai yuuuk.

Kita mulai dari tengkuruk, disini ada toko yang sering banget aku kunjungi karena kain sepan (buat blazer, celana kerja, dan sejenisnya) sangat banyak. Nama tokonya Toko Eka Jaya. Ada beragam kain disini, yang aku suka Maxstyle, Grandfeel, Italy. Barangnya lumayan, ga terlalu bagus, ga terlalu jelek juga. Aku suka bahan ini, karena  mantap dibikin blazer dan tetap lembut dikulit, plus ga panas. Minggu ini, aku beli wool yang agak bling-bling dan sedikit sheer, warnanya biru tua, dan potongannya cantik. Harganya ga nyampe 100 ribu/meter. Nah kalo soal bahan, difoto diatas, itu yang nomor 2 dari kiri.

Dari tengkuruk, yuk mari kita pindah ke Megah Ria. Toko kain sepan favorit aku namanya Dunia Textile (eh..bener ga ya? aku agak lupa. ini cabangnya Dunia Textile Dempo). Nah, kebeneran pas aku mau belanja, disana lagi ada diskon kain sepan untuk produk-produk yang almost 'limited edition' alias yang stoknya tinggal sedikit. Yaaay!! Aku langsung aja beli 5 meter, harganya?? Hmm.. ini ni yang bikin happy, 50 ribu/meter untuk bahan wool yang lembutnya kayak cashmere. Kalo difoto diatas, nomor 1 dan nomor 3 dari kiri.

Nah tempat terakhir yang aku datangi adalah di Dempo, toko Unitex dan Dunia Textile. Di Unitex, aku beli kain katun (difoto yang warna biru muda). Ga tau kenapa ya? Tapi kok aku kurang suka belanja di toko ini. Entah karena sepi, jadi kemana-mana spg nya toko nemenin aku. Well, personally, aku kurang nyaman kalau mau liat-liat dan diikutin sama spg toko. Oh iya, kalo soal harga, untuk kain sepan, sih jelas lebih mahal dari 2 toko yang aku sebutin sebelumnya, tapi ga jauh banget. Kebetulan, selain nanya harga kain sepan, aku juga nanya harga kain kebaya. Kalau kebaya, aku kurang sreg belanja disini. Perasaan agak lebih mahal dari toko langganan aku (Dasar wanita irit!!). Oh iya, disini aku juga beli bahan korea, bahan yang fleksibel, bisa ditarik-tarik, yah kayak gitu deh. Harganya? Jangan ditanya deh, berhubung ini bahan korea pertama aku, jadi aku ga bisa cerita banyak. Gambarnya, itu yang bercorak sendiri. Cantik kan?

Untuk Dunia Textil yang di Dempo, I just can say, aku mau lagi kesana. Disana temenku beli kain katun hermes, katun bertekstur, bahannya halus, dingin, dan enak banget dipakai di udara tropis. Harganya? Cuma 40 ribu/meter saudara. Well, untuk bahan yang bagus dan terlihat cantik sih, itu udah murah. 

Well ladies, that's all belanja seminggu ini. Semoga bermanfaat. ^_^

 



Senin, Januari 27, 2014

Review Kondangan di Hotel

Beberapa hari yang lalu, aku mendatangi salah satu acara pernikahan saudara yang dilaksanakan di salah satu hotel di Palembang. Well, tempatnya terkenal, aku yakin semua orang tau tempat itu. Nih review lengkapku :

  • Dekorasi dan Pelaminan
Dekorasinya cantik, dengan nuansa keunguan dan sedikit gold. Pelaminannya adat padang, mewah dan keren.
  • Riasan
Pengantinnya cantik, secara dah cantik dari sononya. Tapi mungkin karena di hotel, makeupnya too international for me. Terlalu pucat yah. Cuma matanya aja yang heavy makeup. Sisanya tertalu bersih untuk seleraku.
  • Makanan
Pondokannya banyak, rasanya enak. Sayang banget meja prasmanannya cuma 2. Jadi sampe aku pulang pun, antriannya masih panjang. Aku sih males ikut ngantri. Eh, dulu juga pernah kondangan di hotel yang lain di Palembang, meja prasmanannya cuma 2. Terlalu sedikit. Kalo menurutku sih ga mungkin pihak keluarga dan pengantin mau begitu. Kemungkinan pihak hotel emang ngasih mejanya 2 ya. Apa karena ruangannya kecil, atau supaya makannya jadi lebih irit, secara orang kayak aku kan banyak. Males ngikut antrian yang panjang.

Overall sih aku kecewa karena ga bisa nyicip masakannya. Paling kecewalah. Bukan karena tujuan kondangan itu makan sih. Tapi bo' dah jam makan, ga dapet makan itu sesuatu banget deh. 

Senin, Desember 02, 2013

Long Torso Again

Still remember my previous review about long torso in here, Well, I must say, I take back my compliment.

Jadi, ceritanya gini saudara-saudara. Setelah long torsonya diperbaiki, rasanya tetep aja ga pas. Duh, ga lagi-lagi deh bikin di toko itu. Malah, long torso salem yang paaas banget. Nah, ini aku bikin sama pamannya temenku. Penjahit ini, sering dimintai tolong sama beberapa penjahit ternama. Diantaranya Steven dan Aditia. Jahitannya enak. Longtorsonya bener-bener memeluk badan alias so fit. Ditambah lagi, upahnya murah meriah. 

Satu bulan lalu, aku sudah pesen satu long torso lagi. Warna putih beras. Again? Yup, take that. Aku pengen kelihatan cantik di hari pernikahanku. Ga sabar menanti long torsoku. Semoga minggu depan sudah ready.

PS: Upah di penjahit ini murah meriah, tapi jangan lupa. Bahan dari kita sendiri.

Note : Berhubung banyak yang tanya. Jadi, aku mau update sedikit. Aku bikin longtorsonya sama kak Yan ini, tetapi kebaya akadnya bikin sama penjahit langgananku. Alasannya karena kak Yan ini menjahit pakaiannya agak lama dan kadang-kadang agak beda dikit dengan bayangan kita. Oh iya, kebaya akadku sendiri modelnya ada train (alias ngesot dikit dilantai) dan tanpa payet. Cantik dan pas di badan. Bikinnya di Bukit Besar juga dengan Ibu Asma (Yuk As) didepan SMA Srijaya Negara Palembang.

Jumat, September 27, 2013

Fashion, Mau Sharing Kain Kebaya

Baru-baru ini, aku diminta menemani seorang teman untuk berbelanja kain. Entah tau darimana, karena aku ga pernah cerita ke siapa-siapa, temanku langsung minta dianter beli bahan kebaya di tempat langganan. Oke lah, capcus langsung saja ga pake basa-basi. Padahal kan, biasanya tur belanja kebaya versi aku itu adalah melihat-lihat di toko-toko terdekat, baru deh mampir ke langganan. Tujuannya sih biar syok gitu. Tapi gagal :D

Ditoko itu, temanku membeli kain kebaya putih (untuk dipakai saat akad)  bahan yang lembut bukan tile korea sekitar 80 ribu rupiah. Untuk panitia, dibelikan brokat nan cantik dan bahannya super halus dengan harga cuma 20 ribu rupiah saja. 

Berhubung hasil fotonya ada di komputer kantor, terpaksa senin depan aku update fotonya. Ditunggu ya.

Minggu, Agustus 18, 2013

Fashion, Pengambilan Longtorso

Masih ingat dengan cerita ini? Sebulan lalu, sebelum puasa, aku bikin longtorso di Megah Ria. Nah, Rabu kemarin, longtorso itu sudah jadi. Ada 2 warnanya, putih metalik dan putih beras. Sayangnya, longtorso yang kubuat agak kebesaran. Apakah ini efek dari puasa bulan kemarin? Sepertinya lingkar badanku berkurang sekitar 3-4 cm (jangan-jangan malah lebih) dibandingkan sebelum puasa. OMG!!! Can you imagine? 

Nih liat pictnya.

Longtorso putih metalik


Look!! Kebesaran sekitar 4 cm kan?

Kegedeannya sampe muat 3 jari

Tapi overall jahitannya rapi sekali. Meskipun kegedean, itu bukan salah penjahitnya. Karena memang lingkar badanku berkurang banyak. Nanti, longtorso itu akan aku kecilkan kembali. 

Btw, aku akhirnya memutuskan untuk membuat satu longtorso lagi. Kali ini warna salem. Semoga bagus jadinya. :-)

Minggu, April 07, 2013

Wedding, Sharing wedding venue Palembang

Tinggal di Palembang setelah sewindu merantau membuatku agak repot juga. Bukan karena macet ataupun karena hecticnya. Tapi lebih karena kurangnya informasi. Maklum, aku ga gaul. Temen-temen zaman SMA sudah pada merit n merantau entah kemana. Tinggalah aku yang kembali jadi anak baru dikota sendiri, butuh apa-apa musti cari tau sendiri. Zaman modern kek gini, tentunya aku mengandalkan informasi dunia maya. Nah, ini yang bikin aku susah. Banyak hal bagus di Palembang yang ga dishare di internet, entah karena aku yang ga nemu atau karena memang ga banyak yang ngeshare. Karena itulah aku dapet inspirasi bagi-bagi info tentang hal yang diperlukan atau hal yang buat aku tertarik (Pada intinya aku cuma mau cuap-cuap. Hehehe). 
Sharingku ini bukan promo dan ga terkait dengan pihak manapun, ini murni karena ketertarikan pribadi. Dan mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan. Tujuanku cuma mau berbagi informasi saja. 
Oke, yuk mulai. Sharing minggu ini adalah hall yang sering dipake orang buat merit. Info ini kudapat dari kondangan-kondanga plus nemenin sodara survey.
  • Sriwijaya Sport Centre - Jalan Merdeka
Venue ini banyak yang pake, kebeneran karena alamatnya cukup strategis dan mudah dijangkau. Personally, menurutku venue ini cucok banget buat resepsi modern. Kapasitasnya aku lupa, antara 600 apa 800 gitu. Kalo mau 1000 juga bisa, tapi kata mbanya, semi standing. Untuk review personal, aku ga ada. Soalnya aku belum pernah kondangan disini. Nantilah kalo pas kebeneran kondangan, aku pasti update.

Menu Makanan

Paket



  • Aula UNSRI
Alamatnya di kampus UNSRI Bukit Besar, ga susah kok kalau mau cari. Model penyewaannya itu sistem paket yang hampir semua dah beres deh. Sebenernya paket pernikahannya ada banyak ya. Tapi  karena brosurnya entah hilang dimana, jadi aku cuma bisa memperlihatkan 2 foto aja. Berhubung aku sudah kondangan 2 kali kesini, aku bisa bilang makanan yang disediakan di gedung ini top deh. Penyewa ga perlu khawatir soal rasa masakan, karena catering dihandle langsung oleh gedung ini. Untuk dekorasi standar gedung pun keliatan mewah. Nah kalo dekorasi pelaminan, gedung ini banyak rekanan ya. Diantaranya Putri Pinang Masak, Tenny Andriany, dll. Dan yang lebih okenya lagi, kapasitas gedung ini gede.Sayangnya, kalo mau book gedung ini, agak sulit kalo waktunya mepet, musti dari jauh-jauh hari. Karena gedung ini wanted banget.



  • Aula Pasca Sarjana - Padang Selasa
Gedung ini terletak di Jl Padang Selasa Bukit Besar. Model penyewaannya adalah gedung saja, tanpa ada charge tambahan. Gedung. Titik. Harga sewa gedung per 2013 ini 8 juta rupiah saja. Jadi kalo kamu berminat membuat pesta semaumu, artinya kamu mau pilih pake pelaminan, dekorasi, catering, atau apapun sepuasmu, aku sih nyaranin gedung ini saja. Bagi yang perfeksionis gedung ini cucok banget. Kan ada tuh orang yang ga suka model paket2 pengantin yang ditawarkan, pengennya milih sendiri. Nah, gedung ini cucoklah. Ga pake tambahan charge. Paling banter juga kalo kamu mau sewa LCD ya nambah 250 rb/unit. Murce. Aku sih pengen gedung ini kalo mau nikah dan dikasih opsi untuk pilah pilih semua sendiri. Bisa perfect semuanya. Sayangnya kapasitas gedung ini agak kecil cuma 500-600 orang. So, kalo lebih musti nambah tenda. Tapi kalo kamu suka yang kesannya personalized dan family only, gedung ini dah bagus untuk pilihan.
  • Masjid Baitullah
Masjid Baitullah ini, letaknya di belakang Bukit Siguntang, setelah Kantor Lurah. Nama jalannya lupa. Tempatnya lumayan, tapi ga mewah. Cukup nyaman, ga panas, lebih friendly kalau mau bawa vendor sendiri. Harga paket yang ditawarkan 20 juta termasuk gedung, kursi, pelaminan, make up, dan pakaian resepsi, orgen, dan parkir. Kalau bawa vendor dikenakan charge 3 juta. Ga mau pusing? Gampang, All in dengan makanan dan foto juga, untuk 1000 porsi, mentok di harga 60 juta. Tapi untuk makanan disini, ga tau lah ya. Belum nemu yang rasanya cucok. Nama pengurusnya Pak Arief di 081368164664. Pokoknya, kalo mau pake gedung ini, kamu harus pinter-pinter ngomong sama pengurus tentang apa aja yang diinginkan dan kalo bisa ditawar harganya.

  • Graha Trisila - Jl SMB II, Sukarami
Aku dateng kesini pas ada nikahan temen. Kebeneran langsung ketemu ama yang punya. Enak banget diajak ngobrol. Kata yang punya kapasitas gedung ini bisalah ampe 1200. Untuk catering langsung di handle sama gedungnya supaya rasa terjamin (Btw, pas aku coba rasanya enak). Untuk pelaminan kata yang punya mereka pake Tenny, kesannya modern or tradisional kontemporer gitu deh. Aku sih naksir salah satu pelaminan Tenny yang ada kubahnya. Harga paket di Graha Trisila ini kalo untuk aku sih cucok. Mungkin karena masih agak baru ya? Personally, kalo aku merit, ga hambur-hamburin uang, tapi pengen keliatan mewah. Aku mau pake Graha Trisila ini. Ga repot karena hampir semua dah di handle langsung di gedung itu.




  • Gedung AEKI
Alamatnya di Jl Diponegoro 2165 Palembang. Telepon yang bisa di hubungi (0711)362541, (0711) 431458. Di gedung ini ga ada brosur ya, temen. Tapi intinya gedung ini modelnya pake paket pernikahan gitu. Harganya di 2013 ini berkisar antara 55-57 juta rupiah. Paket yang didapat adalah gedung full AC, pelaminan dan dekorasi, catering, make up dan pakaian resepsi, pakaian kedua orang tua, meja VIP, mobil pengantin, pagar ayu dan pagar bagus, tarian, orgen, dan pondokan. MC aku lupa dapet apa ga. Kalo berminat telepon  pengurusnya langsung ya. Kapasitas gedung ini agak kecil, kalo ga salah inget pengurusnya bilang cuma 600 an untuk didalam gedung. Jadi kalo lebih dari itu, musti nambah tenda.


  • Grand Attyasa
Nah, pasti pada mikir, ini gedung apa? Kok baru denger. Yup, ini gedung baru yang letaknya dibelakang Griya Agung. Gedungnya tinggal finishing sedikit. Gedung ini mewah banget. Ada 2 lantai yang nantinya bisa disewakan. Lantai pertama untuk kapasitas 800 orang, sedangkan lantai kedua bisa sampai 1800 orang. Itu info Ibu Mariam di 08127810260, pengurus gedung. Paket pernikahan yang disediakan di gedung ini ada 2 yaitu Ruby Package dan Crystal Package. Fasilitas yang didapat antara lain gedung, ruang akad, makanan dan special drink 800 pax untuk Ruby dan 600 pax untuk Crystal, dekor, MC, band, dokumentasi, food stall, ice carving, champagne, souvenir, dll. Untuk info lengkap bisa dateng aja langsung, cluenya gampang kok, belakang Griya Agung.

update: ini dapet dari http://palembang.tribunnews.com/2013/06/20/grand-atyasa-convention-center-tampung-hingga-3000-orang

Grand Atyasa Convention Center
Jalan Kapten A Anwar Arsyad No 22 Demang Lebar Daun Palembang 30137 Telp 0711 415231-415232 atau Fax 0711 415230.

Minggu, Februari 10, 2013

Sightseeing, Jalan-Jalan di Pulau Kemaro


Dua mingguan yang lalu, aku, adik, dan seorang teman jalan ke Pulau Kemaro, sebuah pulau yang ada di daerah Palembang. Pulaunya ga terlalu besar, tapi legendanya luar biasa besar. Jadi dikisahkan pulau ini terbentuk karena kisah cinta Siti Fatimah, seorang putri raja di zaman Sriwijaya yang tewas karena berusaha menyelamatkan kekasihnya. Ini nih legendanya:

Legenda resmi Pulau Kemaro

Akses ke pulau itu kami lakukan dengan menggunakan kapal dan melalui jembatan musi. Suasana di kapal gimana?? Priceless, ga ada duanya. Apalagi waktu melewati bagian bawah Jempatan Ampera. Sungguh tiada duanya. 

Jembatan Ampera difoto dari atas kapal

Pulau Kemaro
Dermaga


Begitu sampai di Pulau Kemaro, kami langsung berfoto dengan gaya cetar membahana ( ababil on ).
Gerbang Utama


Sesi foto di gerbang selesai, kami menuju tempat paling dahsyat di Pulau ini : Pagoda 9 lantai dan Pohon Cinta. Kenapa dinamakan pohon cinta? Well, konon katanya kalau kamu sukses mengukir namamu dan pasanganmu di pohon ini, kamu pasti berjodoh dengannya. Sayangnya karena aksi vandalisme itulah, Pohon Cinta itu dipagari. Membuat aku ga bisa membuktikan kebenaran cerita itu ( eits..... ceritanya mau ngikut vandalisme juga nih). ^_^

Pohon Cinta alias Pohon Beringin

Pagoda 9 lantai
View dari lantai 4 Pagoda

Ukiran di Pagoda

Kesimpulan : 
Jalan-jalan ke Pulau Kemaro adalah pengalaman yang sangat berharga. Selain bisa liat-liat view yang bagus, pengunjung jadi tau cerita legenda. Sayangnya, disini ga ada fasilitas wisata lainnya. Kita nyampe di Pulau ini cuma liat pagoda dan pohon cinta plus foto-foto doang. Seharusnya pariwisata yang ada disini dikembangkan menjadi lebih dahsyat dan lebih 'menjual' lagi supaya pengunjung ke Pulau Kemaro bertambah banyak. Semoga suatu hari nanti, Pulau Kemaro bisa menjadi objek wisata favorit di Palembang. Amien. 


Sabtu, Februari 02, 2013

Food, sharing local food Durian di Palembang

Musim durian lalu, aku mengunjungi pasar kuto di kota ini, salah satu pasar terbesar durian. Well, you can call it durian's palace. Dipasar itu, ada banyak durian dengan harga variatif. Mulai dari 10 ribu dapet 3 durian, sampe 50 ribu/buah. Durian paling enak dipasar ini dikenal dengan nama durian mentega. Entah kenapa diberi nama itu, mungkin karena tekstur dagingnya yang seperti mentega: lembut dagingnya, warnanya agak kekuningan, baunya hmmmmm menggoda selera. 



Selama memilih durian, aku sempat berbincang dengan si penjual tentang tips memilih durian yang baik. Ini tipsnya:

  1. Shake it, baby. Yup, angkat durian lalu goyangkan. Kalo duriannya 'godag' alias guncang maka pilihlah. 
  2. Knock it. Ketok dengan pisau, kalau bunyinya dug..dug... bukan bam...bam... terdengar seolah ada celah didalamnya atau suara seperti mengetuk kotak yang didalamnya bolong , pilihlah durian itu.
  3. Smell it. Bau'in durian itu. Jangan langsung nempelin hidung ke kulitnya, bisa tambah gede bolong hidungmu. Cara yang bener, taruh tangan menutup kulit durian, dan cium wanginya. Kalo wanginya lezat, then please take it.
  4. Ask the expert. Kalau sudah kamu lakukan 3 cara sebelumnya, tapi masih bingung juga. Maka mintalah si penjual untuk memilihkan durian untukmu. Kadang-kadang penjual yang baik akan membolongi durian, supaya si pembeli bisa melihat warna daging durian. Durian yang enak dagingya berwarna kekuningan. 
  5. Enjoy!!!

Selamat menikmati durian